TANGGUNG JAWAB PEMUDA DALAM MENGHADAPI KOMUNITAS ASEAN 2015 DAN POST MDGS
TANGGUNG JAWAB PEMUDA DALAM MENGHADAPI KOMUNITAS ASEAN 2015 DAN POST MDGS
BY : LIA HARYANA
Tahun 2015 merupakan tahun dimana
Komunitas ASEAN yang sudah dicanangkan dari beberapa tahun yang lalu akan
dilaksanakan, dan juga penerapan Tujuan
Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals atau MDGs). Komunitas ASEAN ini
akan dibentuk tepatnya pada tanggal 31
Desember 2015. Komunitas ASEAN merupakan sebuah komunitas yang digagas oleh 10
negara ASEAN yang berfungsi sebagai wadah untuk mempererat
kerja sama, dan meningkatkan solidaritas negara ASEAN dalam menghadapi perkembangan
politik keamanan, ekonomi, dan sosial budaya internasional.
Pembentukan Komunitas ASEAN 2015 dilandasi
oleh tiga pilar, yaitu ASEAN Political Security Community (Komunitas Politik-Keamanan), ASEAN
Economic Community (Komunitas
Ekonomi), dan ASEAN Socio-Cultural Community (Komunitas Sosial-Budaya). Dengan
dibentuknya ketiga pilar ini,
negara-negara ASEAN diharapkan dapat mewujudkan visi dan misi dalam membentuk negara
ASEAN yang solid. Ketiga pilar ini merupakan satu kesatuan yang harus dicapai dalam
Komunitas ASEAN. Masing-masing pilar ini memiliki tujuan, Komunitas
Politik-Keamanan bertujuan untuk meningkatkan keamanan dikawasan
negara-negara anggota ASEAN, sehingga diharapkan setiap negara-negara ASEAN
bisa hidup damai dan berdampingan antara satu dengan lainnya khususnya
dikawasan Asia Tenggara dan dengan dunia global umumnya. Komunitas Ekonomi bertujuan untuk menstimulasi
pertumbuhan ekonomi, meningkatkan penciptaan lapangan kerja dan mengurangi
angka kemiskinan warga setiap negara. Jadi dengan dibentuknya komunitas ini
diharapkan pembangunan ekonomi di negara-negara ASEAN bisa lebih merata, dan
kemiskinan serta kesenjangan ekonomi di kawasan Asia Tenggara ini bisa
berkurang. Sementara Komunitas
Sosial-Budaya bertujuan untuk merealisasikan Komunitas ASEAN yang
berorientasi pada warga negara, yaitu untuk
mewujudkan kokohnya solidaritas dan persatuan di antara semua warga negara pada
semua negara anggota ASEAN.
Sementara
itu, dalam Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals atau MDGs). Ada beberapa tujuan yang akan diterapkan
pada tahun 2015 ini, seperti tercapainya
kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat. MDGs merupakan Deklarasi
Milenium hasil
kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa
(PBB) saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada
bulan September 2000. Dan Indonesia juga berpartisipasi dalam konferensi ini,
sehingga Indonesia mmpunyai tanggung jawab yang besar dalam menerapkan tujuan
pembangunan milenium (MDGs) tersebut. Ada 8 tujuan dari MDGs ini, yaitu Menanggulangi kemiskinan dan
kelaparan, Mencapai pendidikan dasar untuk
semua, Mendorong kesetaraan gender dan
pemberdayaan perempuan, Menurunkan angka kematian anak, Meningkatkan kesehatan ibu, Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan
penyakit menular lainnya, Memastikan kelestarian lingkungan
hidup dan Mengembangkan kemitraan global
untuk pembangunan.
Komunitas
ASEAN bukan hanya milik pemerintahan masing-masing negara, akan tetapi
komunitas ASEAN ini merupakan milik seluruh warga negara dan seluruh lapisan
masyarakat terutama pemuda. Begitu pula MDGs, program ini bukan hanya tanggung
jawab pemerintah tetapi juga tanggung jawab seluruh warga negara terutama
pemuda. Pemuda sebagai generasi muda penerus bangsa merupakan
harapan dan tulang punggung perubahan satu negara, kesuksesan suatu bangsa bergantung
ditangan para pemudanya. Jika para pemuda satu negara mampu untuk bersaing
dengan negara lainnya, maka negara tersebut juga akan dengan sendirinya mampu
bersaing dengan negara lainnya. Peran pemuda ini telah dijelaskan dalam undang-undang,
dimana pemuda dituntut untuk berperan aktif sebagai agen
perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Jadi, para pemuda memiliki peran dan tanggung jawab yang
besar terhadap kemajuan bangsanya, salah satunya yaitu peran dalam Komunitas
ASEAN dan post MDGs ini. Maka dari
itu, kita sebagai pemuda, generasi
penerus bangsa harus berperan serta ataupun berpartisipasi dalam menghadapi komunitas ASEAN 2015 dan post
MDGs.
Negara Indonesia harus mengahadapi
kedua hal ini dan begitu pula para pemuda nya, siap ataupun tidak siap kita
tetap harus menghadapi Komunitas ASEAN dan post MDGs di tahun 2015 ini. Sebagai
pemuda kita memiliki peran yang sangat besar dalam keberlangsungan program ini. Maka dari itu kita butuh
penguatan peran para pemuda. Namun timbul pertanyaan apakah semua pemuda sudah
siap menghadapi komunitas ASEAN dan post MDGs ini. Pertanyaan ini belum bisa
terjawab karena masih banyak para pemuda yang belum mengetahui informasi
mengenai rencana pembentukan Komunitas ASEAN dan MDGs ini, oleh karena itu kita
belum bisa memastikan apakah para pemuda sudah siap ataupun belum. Hal ini
terjadi karena kurangnya sosialisasi mengenai Komunitas ASEAN dan MDGs ini
sehingga banyak pemuda yang tidak tahu apa itu komunitas ASEAN. Namun ada juga
para pemuda yang mengetahui tentang program ini namun mereka tidak mau ambil
pusing mengenai program ini. Hal seperti ini terjadi karena kurangnya kesadaran
para pemuda untuk berpartisipasi dalam perkembangan dan kemajuan bangsa ini.
Oleh karena itu dibutuhkan solusi untuk mengatasi permasalahan ini, dan salah
satu solusi yang bagus yaitu mengadakan sosialisasi. Dengan adanya sosialisasi,
diharapkan semakin banyak para pemuda yang mengetahui informasi mengenai
program ini. Namun sosialisasi itu harus
dilakukan secara maksimal, yaitu bisa secara langsung seperti melalui
seminar ke kampus-kampus, ataupun melakukan sosialisasi di media cetak, media
eletronik, sosial media dan lain. Jadi dengan adanya sosialisasi tersebut
diharapkan para pemuda terbuka hatinya untuk berpartisipasi dalam mensukseskan
Komunitas ASEAN dan post MDGs ini.
Peran kita sebagai pemuda sangat
dibutuhkan seperti dalam mengatasi persoalan ekonomi yang terjadi di negara
kita ini, kita sebagai pemuda diharapkan untuk memiliki jiwa wirausaha karena
dalam menghadapi komunitas Asean 2015 diperlukan daya saing kewirausahan.
Saat ini, jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat sedikit dan jumlah ini
masih jauh jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Oleh karena itu, dibutuhkan
kerja sama dari pemerintah dan pemuda itu sendiri. Pemerintah diharapkan bisa
memfasilitasi para pemuda dalam membekali mereka tentang pengetahuan kewirausahaan, seperti mengadakan pelatihan dan memberikan
modal pinjaman kepada wirausaha muda. Dan kita sebagai pemuda dituntut
untuk menjadi pemuda yang kreatif dan inovatif karena jika tidak maka
dikhawatirkan usaha ataupun hasil produksi yang akan kita rintis kalah saing dengan negara lain.
Sebagai pemuda kita juga berperan
dalam mengembangkan komunitas sosial budaya. Indonesia adalah negara yang
sangat kaya akan budaya, Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang didiami
oleh berbagai macam suku yang berbeda, sehingga tidak mengherankan jika negara
Indonesia kaya akan budaya. Sebagai generasi muda, kita wajib melestarikan
bahkan mengembangkannya hingga ke mancanegara, agar kebudayaan tersebut tetap
eksis dan tidak mudah tergerus bahkan hilang dimakan zaman. Untuk itu upaya kita
haruslah konsisten jika tidak bisa saja warisan kebudayaan diakui dan direbut
oleh negara lain. Beberapa warisan milik Indonesia mencakup, beragam tradisi,
suku, bahasa, tarian, busana, rumah adat, lagu daerah, batik, logam perak,
songket, blangkon, keris, wayang, cerita rakyat hingga aneka makanan dan masih
banyak lainnya. Jadi, kita sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab yang
besar dalam melestarikan serta meningkatkan kualitas kekayaan budaya yang
bangsa kita miliki.
Pemuda terutama mahasiswa juga
memiliki peran yang besar dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi post
MDGs. Ada beberapa langkah nyata yang bisa ditempuh oleh pemuda untuk
menghadapi post MDGs ini yaitu seperti mengadakan perkumpulan antar pemuda
untuk melakukan grup diskusi seperti mengkaji masalah-masalah yang sulit
dihadapi Indonesia yang menyebabkan sampai sekarang sulit untuk dicapai. Hal
inilah yang sudah penulis kerjakan bersama teman-teman di Badan Eksekutif
Mahasiswa di kampus. Peran Aktif pemuda sangat dibutuhkan dalam mencapa 8
tujuan MDGs yang telah dijelaskan sebelumnya, seperti dalam point kedua yaitu
mencapai pendidikan dasar untuk semua, diharapkan pemuda khususnya mahasiswa
yang berwawasan tinggi membentuk suatu wadah
yang mempunyai misi memberantas kebodohan di Indonesia dengan cara
mengadakan proyek sosial seperti mengajar, membentuk rumah baca untuk anak
jalanan, dan membentuk rumah singgah dimana didalamnya terdapat
mahasiswa-mahasiswa yang siap mengajar anak-anak yang kurang beruntung.
Menghadapi Komunitas ASEAN di
tahun 2015 dan post MDGs, kita sebagai generasi muda harus memberikan aksi
nyata dalam menciptakan iklim kondusif bagi persatuan ASEAN. Ada banyak
hal yang bisa kita lakukan, misalnya bergabung dengan organisasi yang
bergerak mengkaji isu-isu nasional dan
internasional seperti bidang Kajian
Politik dan Strategis (Bidang Polkastrat), berpartisipasi dalam forum-forum anak muda di tingkat regional
ASEAN yang membahas isu-isu pada tiga pilar utama serta ide-ide akan solusinya,
seperti IYF. Dan menciptakan kegiatan-kegiatan lainnya sebagai wadah para
pemuda menampung ide dan gagasan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi
Indonesia dalam menghadapi Komunitas ASEAN 2015 dan post MDGs.
Comments
Post a Comment